Connect with us
Amputasi Pada Bagian Kaki

Penyakit Kronis

Amputasi

Amputasi

Penyakit.co.id – Amputasi berasal dari kata “amputare” yang berarti pancung. Namun dalam dunia medis hal ini didefinisikan sebagai operasi pemotongan bagian tubuh, seperti jari, kaki atau anggota tubuh lain yang bertujuan untuk mengangkat penyakit yang menjangkiti anggota tubuh tertentu. Pembedahan atau pemotongan pada bagian kaki merupakan amputasi yang paling sering terjadi.

Terdapat dua jenis operasi amputasi, yaitu amputasi guillotine yang merupakan proses yang dilakukan dalam keadaan darurat jika penyembuhan biasa tidak dapat dilaksanakan karena adanya kontaminasi atau infeksi berat dan amputasi definitive yang merupakan amputasi yang dilakukan terhadap anggota badan yang memang sudah hancur atau tidak dapat diselamatkan lagi. penanganan ini memerlukan pertimbangan yang sangat matang terhadap berbagai faktor.

Amputasi Pada Bagian Kaki

Gejala Amputasi

Beberapa hal dapat timbul sebagai gejala amputasi. Salah satunya neurosis jaringan. Ini  merupakan kerusakan patologis yang disebabkan serangan organisme pembusuk yang dialami oleh satu atau beberapa sel pada suatu jaringan dikarenakan kerusakan ireversibel (kerusakan yang mengakibatkan bagian yang rusak tidak dapat kembali pada bentuk semula). Hal lain yang dapat menjadi gejala seperti fraktur tulang yang tidak dapat tertolong lagi dan pertumbuhan sel abnormal yang mungkin terjadi di dalam tubuh.

Baca Juga : Demam Chikungunya : Pengertian, Gejala, Penyebab Dan Cara Pengobatan

Penyebab Amputasi

Ada beberapa hal penyebab amputasi dan hal tersebut tergantung pada bagian tubuh yang akan diamputasi. Tindakan amputasi bukan merupakan pilihan yang dapat diambil begitu saja. Tindakan ini merupakan saran terkahir yang akan diberikan oleh dokter jika pengobatan lain memang sudah tidak memungkinkan. Terdapat beberapa penyebab yang melatar belakangi tindakan tersebut, di antaranya:

  1. Terdapat penyakit kronis seperti tumor ganas atau jaringan sel kanker pada tulang atau otot yang merupakan anggota gerak tubuh. Tumor jenis ini merupakan tumor yang agresif dan memang sangat perlu dilakukan pengobatan sistemik dan lokal. Dilakukanya opersai ini untuk pengangkatan tumor dan hal ini bertujuan untuk penyelamatan anggota badan.
  2. Anggota tubuh yang terkena infeksi atau luka parah yang tidak memungkinkan untuk disembuhkan dan justru akan semakin parah apabila tidak dilakukan tindakan amputasi.
  3. Penebalan jaringan saraf.
  4. Kematian jaringan karena pembengkakan yang diakibatkan oleh paparan suhu dingin yang berlebihan.
  5. Sirkulasi darah yang buruk karena kerusakan atau penyempitan pembuluh darah (biasa disebut dengan penyakit arteri perifer). Tanpa aliran darah yang cukup sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapat oksigen dan nutrisi yang berakibat pada infeksi.

Penyakit ini merupakan salah satu penyebab amputasi yang bisa mempengaruhi sistem pembuluh darah perifer dan sebagian besar arteri.

Cara Mengobati Amputasi

Tindakan amputasi dapat dilakukan dengan anestesi umum, dimana pasien dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat bius, atau melalui anestesi spinal, yaitu membuat anggota tubuh tertentu menjadi mati rasa. Dalam proses amputasi, ahli bedah akan mengangkat semua jaringan yang rusak dan berusaha menyelamatkan bagian yang sehat sebanyak mungkin.

Ahli bedah tersebut dapat menggunakan beberapa metode yang perlu dilakukan untuk menentukan batas dan bagian mana saja yang perlu diamputasi atau diselamatkan. Contohnya memeriksa denyut aliran darah terdekat pada bagian yang hendak dipotong, membandingkan suhu kulit anggota tubuh yang akan dipotong dengan anggota tubuh lainnya, mencari area kulit yang memerah (artinya masih mendapatkan aliran darah) dan memeriksa seberapa sensitif area kulit yang akan dipotong.

Dalam proses penanganan hal ini, ahli bedah akan mengambil jaringan yang sakit dan tulang-tulang yang hancur, meratakan daerah tulang yang tidak halus, menutup pembuluh darah dan saraf serta memotong dan membentuk otot hingga tumpul pada ujung anggota badan yang tertinggal setelah amputasi untuk memudahkan pemasangan anggota badan buatan jika memang diperlukan.

Usai prosespembedahan, luka bekas operasi dibalut dengan pembalut steril dan diletakkan stoking untuk mencegah mengucurnya darah. Pasien amputasi biasanya memerlukan perawatan inap sekitar satu sampai dua minggu, atau bahkan lebih. Hal ini tergantung pada kondisi kesehatan pasien secara umum dan komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi. Dalam proses pemulihan setiap pasien memerlukan waktu yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatan pasien, usia pasien dan seberapa banyak bagian tubuh yang diamputasi.

Semakin muda usia pasien, semakin mudah pula baginya untuk menyesuaikan diri. Umumnya luka akan sembuh sekitar empat hingga delapan minggu. Dokter akan memantau setiap perkembangan dan masalah yang mungkin dialami oleh pasien, terutama pada masalah yang dapat mengganggu pada proses penyembuhan. Pada kasus tertentu dokter akan memberikan resep obat untuk menunjang kesembuhan.

Terapi fisik diperlukan untuk membiasakan diri dengan kondisi tubuh yang berbeda dari sebelumnya, terutama jika pasien menggunakan anggota tubuh buatan. Latihan ringan dapat dilakukan, seperti peregangan otot atau melakukan hal-hal kecil yang biasa dilakukan setiap hari. Selain memulihkan kondisi fisik, diperlukan juga pemulihan kondisi mental pasien. masalah ini dapat memicu stres bagi yang bisa berakibat pada melambatnya proses penyembuhan.

Continue Reading
You may also like...
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Aritmia : Pengertian, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Penyakit Kronis

  • Penyakit Kronis

    Infeksi Ginjal

    By

    Penyakit.co.id – Infeksi ginjal atau dalam bahasa medis disebut pielonefritis merupakan penyakit yang menyerang salah satu...

  • Penyakit Kronis

    HIV dan AIDS

    By

    Penyakit.co.id – HIV dan AIDS merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV (Human Immunodeficiency...

  • Penanganan Masalah Penyakit gastritis Penanganan Masalah Penyakit gastritis

    Penyakit Kronis

    Gastritis

    By

    Penyakit.co.id – Gastritis adalah suatu penyakit yang berpusat pada peradangan dinding lambung di dalam tubuh. Ini bukanlah...

  • Gonore Gonore

    Penyakit Kronis

    Gonore

    By

    Penyakit.co.id – Gonore adalah salah satu penyakit menular akibat berhubungan badan yang disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria...

  • flu singapore flu singapore

    Penyakit Kronis

    Flu Singapura

    By

    Penyakit.co.id – Flu singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan luka seperti sariawan dan...

  • Cara Pengobatan Gagal Ginjal Akut Cara Pengobatan Gagal Ginjal Akut

    Penyakit Kronis

    Gagal Ginjal Akut

    By

    Penyakit.co.id – Sebelum membahas Gagal ginjal akut (GGA) terlebih dahulu anda harus memahami fungsi ginjal. Ginjal...

  • Penanganan Gagal Ginjal Kronis Penanganan Gagal Ginjal Kronis

    Penyakit Kronis

    Gagal Ginjal Kronis

    By

    Penyakit.co.id – Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan oleh menurunnya kemampuan ginjal untuk...

  • Penanganan Dini Serangan Jantung Penanganan Dini Serangan Jantung

    Penyakit Kronis

    Gagal Jantung

    By

    Penyakit.co.id – Gagal jantung adalah suatu kondisi dimana dalam fungsinya jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal....

  • Penyakit Kronis

    Herpes Genital

    By

    Penyakit.co.id – Herpes genital atau herpes simplex merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV)....

  • gangrene gangrene

    Penyakit Kronis

    Gangrene

    By

    Penyakit.co.id –  gangrene adalah kondisi dimana jaringan tubuh mati. Kondisi seperti ini pada umumnya berawal dari...

To Top