Connect with us
Gangguan Penyakit Astigmatisme Pada Mata

Penyakit Umum

Astigmatisme

Astigmatisme

Penyakit.co.id – Astigmatisme bisa disebut juga mata silinder, merupakan gangguan penglihatan yang membuat pandangan mata menjadi kabur. Hal tersebut terjadi karena cacatnya pada kelengkungan lensa atau kornea mata sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak dapat diteruskan pada retina. Penyakit ini dapat muncul saat lahir, akibat dari cedera di mata atau pun juga komplikasi operasi mata.

Pandangan akan kabur pada jarak berapapun jauh maupun dekat. Penyakit ini bisa juga diderita oleh penderita rabun jauh dan rabun dekat. Mata akan kelelahan dan terjadi sakit kepala jika penyakit ini terus dibiarkan. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada bayi yang lahir dalam kondisi berat rendah atau lahir prematur. Salah satu gangguan penglihatan yang terjadi bagi kebanyakan orang salah satunya adalah astigmatisme. Gangguan ini bisa terjadi semenjak kelahiran, dimana mata tidak dapat melihat garis lurus atau melihat benda bulat terlihat lonjong.

Gangguan Penyakit Astigmatisme Pada Mata

Gejala  Astigmatisme

Seperti halnya gangguan lain, astigmatisme memiliki gejala yang akan terlihat pada penderita gangguan ini. Gejala yang paling umum terjadi adalah pandangan yang buram/samar dan tidak fokus apabila melihat suatu objek. Terdapat pula beberapa gejala lain yang muncul. Beberapa gejala tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pusing, terutama setelah menggunakan mata terlalu lama. Hal ini bisa disebabkan karena penglihatan yang samar dan tidak fokus pada objek yang ditangkap retina.
  2. Mata terasa lelah.
  3. Mata lebih peka terhadap cahaya.
  4. Apabila melihat warna-warna yang terletak bersebelahan, apalagi memiliki warna yang hampir sama, penderita akan mengalami kesulitan untuk membedakannya.
  5. Mengalami penglihatan ganda. Hal ini terjadi pada penderita yang kondisinya meman benar-benar sudah parah.
  6. Tidak dapat membedakan warna diantara dua warna bersebelahan.
  7. Tidak dapat melihat garis lurus secara sempurna/normal, garis lurus terlihat miring
  8. Peka terhadap cahaya yang menyorot pada matanya.

Baca Juga : Alergi Obat : Pengertian, Gejala, Penyebab dan Cara mengobati

Penyebab Astigmatisme

Pada mata terdapat dua bagian yang berperan dalam memfokuskan cahaya yang diterima, yaitu lensa dan kornea. Dalam kondisi normal kedua bagian tersebut memiliki bentuk yang melengkung sempurna seperti bola. Dengan lengkungan tersebut cahaya yang masuk dapat dibiaskan oleh lensa dan kornea dihasilkan terfokus pada retina, di mana gambar dapat terdeteksi dan dikirim menuju otak. Namun pada gangguan astigmatisme lensa dan kornea tidak memiliki lengkungan yang sempurna seperti pada kondisi normal, dan cahaya yang masuk pada mata tidak dapat terfokus pada satu titik yang mengakibatkan gambar yang ditangkap retina menjadi buram.

Jika dilihat dari letak kerusakannya, terdapat dua jenis astigmatisme.  Yaitu korneal (kerusakan yang terjadi pada kornea) dan lentikular (kerusakan yang terjadi pada lensa). Terdapat pula beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab astigmatisme, yaitu:

  1. Sering memaksakan mata melihat cahaya atau objek yang berada pada jarak yang jauh tanpa menggunakan alat bantu seperti lensa atau kacamata.
  2. Kondisi mata minus yang sudah berlangsung lama namun tidak segera diatasi oleh penderita.
  3. Adanya cahaya yang terlalu dekat dengan mata sehingga membuat retina kesulitan menerima dan menyesuaikan diri dengan cahaya.
  4. Komplikasi yang kemungkinan dialami pasca operasi mata.
  5. Infeksi yang mengakibatkan cedera pada kornea mata.
  6. Tedapat gangguan pada kelopak mata yang mempengaruhi struktur kornea. Seperti benjolan pada bagian mata yang menekan kornea.
  7. kondisi di mana kornea dapat berubah bentuk, mengembang atau mengempis, yang dibsebut keratoconus atau keratolgobus.
  8. Gangguan lain pada mata yang mempengaruhi lensa maupun kornea.
  9. Kebiasaan melihat objek dengan jarak yang terlalu dekat pada mata. Seperti menonton televisi dengan jarak yang terlalu dekat.
  10. Kebiasaan buruk dalam membaca, memosisikan mata terlalu dekat dengan buku.

Cara Mengobati Astigmatisme

Kebanyakan pengobatan astigmatisme lebih bertujuan untuk memperbaiki kualitas penglihatan mata, seperti penggunaan lensa, kaca mata maupun prosedur operasi. Bahkan sebagian besar kasusnya tergolong ringan dan tidak memerlukan penanganan khusus. Berikut beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan:

  1. Menggunakan lensa korektif pada kornea yang memiliki lengkungan/permukan tidak rata. Lensa tersbut akan memfokuskan cahaya yang masuk agar jatuh tepat pada retina. Penggunaan lensa ini bisa dalam bentuk lensa atau kaca mata. Namun penggunaan lensa korektif seringkali dianggap tidak bukan merupakan merupakan solusi penyembuhan, tapi justru memperparah kondisi mata penderita.
  2. Menggunakan bantuan sinar laser. Pengobatan ini bertujuan untuk memperbaiki kelainan pada jaringan kornea mata yang melengkung tidak seperti seharusnya dengan cara mengangkat terlebih dahulu jaringan sel terluar yang terdapat pada kornea mata sebelum menggunakan sinar laser untuk memulihkan kemampuan mata dalam mengolah dan memfokuskan cahaya. Prosedur ini umumnya membutuhkan waktu sekitar setengah jam.
  3. Penggunaan obat-obatan tertentu yang dijual bebas. Pengobatan ini memiliki resiko yang mungkin tidak diharapkan mengingat beberapa orang tidak dapat sembarangan dalam pemakaian obat-obatan apalagi penggunaan obat yang tanpa mendapatkan saran dan resep dari dokter

Ada baiknya penderita memeriksakan diri dan berkonsultasi pada dokter ahli atau spesialis mata untuk mengetahui dengan pasti seberapa parah kondisi astigmatisme yang dialami. Dengan demikian akan lebih mudah dalam menentukan pengobatan yang lebih efektif dan cocok bagi si penderita.

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Penyakit Umum

  • Fibromyalgia Fibromyalgia

    Penyakit Umum

    Fibromyalgia

    By

    Penyakit.co.id –Fibromyalgia merupakan gangguan yang mempengaruhi otak dalam menangkap rasa sakit pada tubuh. Biasanya fibromyalgia ditandai...

  • Filariasis Filariasis

    Penyakit Umum

    Filariasis

    By

    Penyakit.co.id –Filariasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria. Penyakit Filariasis dapat menyerang hewan bahkan manusia....

  • Glomerulonefritis Glomerulonefritis

    Penyakit Umum

    Glomerulonefritis

    By

    Penyakit.co.id – Glomerulonefritis merupakan salah satu jenis penyakit pada ginjal yang berupa kerusakan yang terjadi pada...

  • Gondongan Gondongan

    Penyakit Umum

    Gondongan

    By

    Penyakit.co.id – Gondongan adalah merupakan sebuah penyakit yang dapat menyebabkan kelenjar parotid akan mengalami pembengkakan oleh...

  • pendengaran pendengaran

    Penyakit Umum

    Gangguan Pendengaran

    By

    Penyakit.co.id – Gangguan pendengaran merupakan sebuah gangguan kesehatan yang biasanya disebabkan karena faktor usia atau seringnya...

  • gangguan tidur gangguan tidur

    Penyakit Umum

    Gangguan Tidur

    By

    Penyakit.co.id – Gangguan tidur merupakan sebuah kelainan yang dapat menyebabkan masalah pada pola tidur seseorang, hal...

  • Gastroenteritis Gastroenteritis

    Penyakit Umum

    Gastroenteritis

    By

    Penyakit.co.id – Gastroenteritis merupakan infeksi yang terjadi di usus yaitu perut yang diakibatkan karena beberapa jenis...

  • hamil anggur hamil anggur

    Penyakit Umum

    Hamil Anggur

    By

    Penyakit.co.id – Hamil anggur adalah suatu kehamilan yang tidak normal diakibatkan tumor jinak yang tumbuh dalam...

  • Hemangioma Hemangioma

    Penyakit Umum

    Hemangioma

    By

    Penyakit.co.id – Hemangioma adalah tanda lahir yang timbul di kulit sebagai akibat adanya pembuluh darah yang...

  • Hepatitis A Hepatitis A

    Penyakit Umum

    Hepatitis A

    By

    Penyakit.co.id – Hepatitis merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh peradangan yang terjadi pada organ hati. Seperti...

To Top