Connect with us

Penyakit Kronis

Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit.co.id – Atresia Ani  yang dikenal dengan nama lain anus imperforate, merupakan kelainan kognital yang dialami oleh bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut terlahir dengan kondisi anus yang tidak normal atau bahkan tanpa memiliki anus. Kondisi Atresia Ani biasanya terjadi pada bayi dan bayi tersebut memiliki usus besar atau bagian dari usus besar yang belum sempurna dan dalam keadaan yang tidak normal, sehingga hal ini akan menjadikanya tersumbat dan sempit.

Ada tiga jenis letak Atresia Ani  yang perlu anda ketahui, letak jenis tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Atresia ani letak tinggi : 60% anak penderita atresia ani letak tinggi juga mengalami cacat lain seperti masalah dengan kerongkongan, kandung kemih dan tulang. Pada anak laki-laki ada kemungkinan terdapat saluran (fistula) yang menghubungkan saluran yang dilalui urin dari kandung kemih, disebut uretra, atau dengan kandung kemih itu sendiri.
  2. Intermediet yaitu kondisi dimana rektrum terletak pada m.elevator ani tetapi tidak sampai menembusnya.
  3. Atresia ani letak rendah : Pada jenis ini saluran dapat membuka di depan sphincter ani, dan pada anak laki-laki membuka di bawah skrotum.

Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak lelaki. Seorang ibu yang memiliki anak yang mengidap penyakit ini beresiko melahirkan anak lain yang juga menderita penyakit yang sama.

Penyebab Atresia Ani  

Anestesia ani merupakan cacat dalam perkembangan janin. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun faktor genetika dicurigai sebagai penyebab hal tersebut. Di sisi lain terdapat beberapa hal yang dapat mengindikasi adanya kelainan tersebut yaitu:

  1. Pada usia 12 minggu hingga 13 bulan ditemukan kegagalan pertumbuhan pada bayi dalam kandungan.
  2. Adanya gangguan perkembangan pada embriotik pada bagian anus, rektrum pada bagian distal dan straktus urogenitalis. Gangguan ini biasanya dapat terjadi pada minggu keempat hingga minggu ke enam pada usia kehamilan.
  3. Saluran pencernaan dari atas daerah anus terputus, yang mengakibatkan pada bayi yang terlahir tanpa anus.
  4. Bayi menderita downsyndrome.

Gejala Atresia Ani  

Beberapa gejala yang dapat terlihat pada bayi yang menderita atresia ani yaitu:

  1. Kelainan pada anus, seperti anus yang tidak terletak pada tempatnya, terdapat selaput di bagian anus, usus yang tidak tersambung dengan anus atau justru tidak ada.
  2. Bayi mengalami pembengkakan pada bagian perut.
  3. Sekitar 24 sampai 48 jam sejak kelahirannya bayi tidak dapat buang air besar.
  4. Pada bayi perempuan posisi usus terletak berdekatan dengan vagina.
  5. Bayi mengeluarkan fasesnya bukan dari bagian anus, melainkan dari pangkal penis, vagina, saluran kencing atau skrotum.
  6. Muntah

Dalam menentukan diagnosis atresia ani, biasanya dokter akan melihat langsung pada bayi setelah dilahirkan. Kadangkala kelainan ini tidak terdeteksi hingga bayi tersebut selesai diberi makan lalu timbul tanda-tanda obstruksi usus.

Baca Juga : Cholangitis : Pengertian, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Cara Mengobati Atresia Ani  

Sebelum dilakukan pengobatan, dokter perlu mendiagnosa penderita terlebih dahulu. Apakah benar anak tersebut mengalami atresia ani serta seberapa parah penyakit itu. Sebagai tindakan antisipasi, sebelum persalinan dapat dilakukan USG untuk melihat kondisi bayi, apakah terdapat anus atau tidak. Terlalu banyak air ketuban bisa menjadi indikasi si bayi memiliki kelainan. Selain tes USG terdapat beberapa tes lain yang mungkin dapat dilakukan. Seperti berikut:

  1. Penggunaan sinar x-ray untuk mendeteksi bagian tulang belakang anak.
  2. Spinal unltrasound juga berfungsi untuk mendeteksi kelainan pada bagian tulang belakang.
  3. Mendeteksi jantung dengan echocardiogram.
  4. Mendeteksi cacat pada kerongkongan dengan MRI.

Penyakit ini memerlukan perawatan yang khusus dan intensif. Operasi merupakan pengobatan yang banyak dilakukan terhadap kasus atresia ani. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan. Dokter akan menggunakan metode yang paling sesuai dengan diagnosis yang telah dilakukan. Metode-metode tersebut yaitu:

  1. Apabila usus dan anus tidak tersambung maka operasi yang dilakukan adalah operasi penyambungan kedua bagian tersebut
  2. Apabila terdapat sambungan yang tidak normal paa usus dan sistem urinisasi, maka akan dilakukan operasi anoplasti guna memindahkan usus ke lokasi yang tepat
  3. Operasi kolostomi yang bertujuan untuk menyambung bagian usus dengan lubang yang dibuat di dinding perut agar kotoran dapat dikeluarkan pada kantung yang berada di luar tubuh
  4. Pemberian obat-obatan untuk mengatasi rasa sakit yang mungkin dialami penderita. Obat-obatan yang diberikan seperti etaminophen

Setelah melakukan proses operasi tentunya dibutuhkan perhatian khusus untuk pemulihan si anak. Mengikuti resep dan saran dokter sangat perlu dilakukan dalam proses pemulihan. Di samping hal tersebut, ada beberapa hal lain yang perlu dilakukan antara lain:

  1. Memeriksakan kondisi anak secara rutin kepada dokter setelah melakukan operasi.
  2. Menggurangi kontipasi dengan tindakan mengubah pola makan, level aktivitas dan membiasakan penggunaan toilet pada anak.
  3. Pasca operasi pasti akan terdapat perubahan pada bagian anus si anak. Orang tua berperan untuk mengajarkan anak bagaimana cara menggunakan bagian tubuh tersebut, terutama pada anak yang sebelumnya memang sama sekali tidak memiliki anus.
  4. Orang tua dapat menggunakan suatu alat atau perangkat tertentu untuk memberi rangsangan saraf pada usus.
  5. Apabila memang diperlukan operasi lain dapat dilakukan untuk meningkatkan kendali usus.
Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Penyakit Kronis

  • Penyakit Kronis

    Infeksi Ginjal

    By

    Penyakit.co.id – Infeksi ginjal atau dalam bahasa medis disebut pielonefritis merupakan penyakit yang menyerang salah satu...

  • Penyakit Kronis

    HIV dan AIDS

    By

    Penyakit.co.id – HIV dan AIDS merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV (Human Immunodeficiency...

  • Penanganan Masalah Penyakit gastritis Penanganan Masalah Penyakit gastritis

    Penyakit Kronis

    Gastritis

    By

    Penyakit.co.id – Gastritis adalah suatu penyakit yang berpusat pada peradangan dinding lambung di dalam tubuh. Ini bukanlah...

  • Gonore Gonore

    Penyakit Kronis

    Gonore

    By

    Penyakit.co.id – Gonore adalah salah satu penyakit menular akibat berhubungan badan yang disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria...

  • flu singapore flu singapore

    Penyakit Kronis

    Flu Singapura

    By

    Penyakit.co.id – Flu singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan luka seperti sariawan dan...

  • Cara Pengobatan Gagal Ginjal Akut Cara Pengobatan Gagal Ginjal Akut

    Penyakit Kronis

    Gagal Ginjal Akut

    By

    Penyakit.co.id – Sebelum membahas Gagal ginjal akut (GGA) terlebih dahulu anda harus memahami fungsi ginjal. Ginjal...

  • Penanganan Gagal Ginjal Kronis Penanganan Gagal Ginjal Kronis

    Penyakit Kronis

    Gagal Ginjal Kronis

    By

    Penyakit.co.id – Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan oleh menurunnya kemampuan ginjal untuk...

  • Penanganan Dini Serangan Jantung Penanganan Dini Serangan Jantung

    Penyakit Kronis

    Gagal Jantung

    By

    Penyakit.co.id – Gagal jantung adalah suatu kondisi dimana dalam fungsinya jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal....

  • Penyakit Kronis

    Herpes Genital

    By

    Penyakit.co.id – Herpes genital atau herpes simplex merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV)....

  • gangrene gangrene

    Penyakit Kronis

    Gangrene

    By

    Penyakit.co.id –  gangrene adalah kondisi dimana jaringan tubuh mati. Kondisi seperti ini pada umumnya berawal dari...

To Top