Connect with us

Penyakit Anak

Batuk Rejan

Batuk Rejan

Penyakit.co.id – Berbicara tentang sakit batuk, bisa dibilang sakit batuk merupakan sakit yang sangat umum menyerangi tubuh seseorang. Sakit batuk sendiri ada banyak macamnya, salah satunya yang dibahas kali ini yaitu batuk rejan. Batuk yang biasa menyerang tubuh dan diakibatkan oleh bakteri. Penyakit jenis ini dapat menular. Umumnya terjadi pada bayi usia dibawah satu tahun, namun tidak menutup kemungkinan juga dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa.

Masalah ini dapat berlangsung lama ini bisa bertahan dalam tubuh hingga kurang lebih tiga bulan lamanya. Itulah mengapa batuk ini juga disebut batuk seratus hari. Setelah satu minggu sampai 21 hari bakteri menyerang atau menginfeksi saluran pernafasan penderitanya, batuk ini diketahui. Untuk lebih mengenal tentang penyakit ini ada baiknya untuk menyimak pembahasan kali ini, berikut pembahasannya:

Penyakit batuk rejan atau disebut dengan pertusis atau juga batuk seratus hari, bahasa Inggris dikenal dengan istilah Whooping cough, merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri yang menginfeksi paru-paru ataupun saluran pernafasan lainnya. Bakteri tersebut adalah bakteri Bordetella pertussis. Jika sudah menyerang tubuh manusia, masa penyembuhannya cukup lama sehingga bisa berpengaruh pada aktivitas yang terganggu. Dari data WHO menyebutkan bahwa batuk ini dapat menyebabkan kematian 300.000 kasus di seluruh penjuru dunia. WHO juga memaparkan bahwa 90% batuk ini menyerang orang-orang di negara berkembang. Batuk ini biasa ditemukan menyerang bayi dibawah usia 12 bulan. Batuk pertusis ini dapat berpotensi menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia.

Batuk yang terjadi terus menerus dan sangat keras dapat saja melukai tulang rusuk penderitanya. Masalah seperti ini dapat membuat penderitanya kekurangan oksigen dalam darahnya. Pencegahan yang dilakukan agar batuk ini tidak terus menerus menular dari satu orang ke orang lainnya yaitu dengan pemberian vaksin pertusis pada penderita.

Gejala Batuk Rejan

Gejala yang menunjukkan penyakit ini adalah diawali dengan ISPA ringan seperti batuk, bersin dan mengeluarkan lendir dari hidung (seperti pilek) secara terus menerus. Pada waktu sekitar satu atau dua minggu (masa gejala awal), batuk akan terjadi secara terus menerus. Pada anak kecil yang menderita penyakit ini akan terjadi muntah sehingga mengakibatkan kekurangan nutrisi. Batuk ini dapat menyerang tubuh akibat dari menguap, tertawa namun akan berkurang setelah satu atau dua bulan kemudian.  Batuk ini dapat menular melalui droplet batuk dari pasien yang menderita penyakit ini kemudian menularkannya pada orang yang kekebalan tubuhnya lemah.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman tiga tahapan perkembangan penyakit ini, diantaranya:

  1. Masa gejala awal: Seperti yang disebutkan diatas, hidung berair kemudian tersumbat, bersin-bersin, mata berair, terjadinya radang pada tenggorokannya, batuk biasa, sampai pada demam. Tahapan dimana berisiko tinggi menularkan pada orang di sekitarnya.
  2. Masa paroksimal yaitu sekitar dua sampai empat minggu, dimana gejala flu menghilang namun dilanjutkan dengan batuk yang semakin parah dan sangat keras yang disertai tarikan nafas yang panjang sehingga sulitnya untuk dikontrol. Serangan batuk pun diikuti dengan muntah. Pada kondisi ini tubuh akan merasakan kelelahan.
  3. Masa penyembuhan: Pada tahapan ini dapat bertahan hingga dua bulan atau lebih. Kondisi fisik mulai membaik namun batuk tetap ada bahkan bisa lebih keras. Waktu pada tahapan penyembuhan tergantung pada pengobatan yang telah dilalui.

Penyebab Batuk rejan

Penyakit anak ini biasanya  diakibatkan adanya bakteri Bordetella pertussis dan bisa juga oleh bakteri B. Parapertussis yang menginfeksi saluran pernafasan bagian dinding trakea dan bronkus. Infeksi oleh bakteri dapat diketahui dari adanya pembengkakan saluran udara sehingga saluran udara tersumbat. Hal tersebut mengharuskan penderita untuk menarik nafas panjang melalui mulut sehingga menimbulkan bunyi keras saat bernafas. Kemudian tubuh akan memproduksi lendir. Lendir tersebut berusaha dikeluarkan oleh tubuh atas respon alami tubuh yang mengetahui adanya infeksi di saluran udara tersebut.

Baca juga: Batuk : Pengertian Gejala Penyebab dan Cara Mengobati

Cara Mengobati Batuk rejan

Bagi penderita khususnya bayi dan anak-anak akan ditempatkan pada tempat yang jauh dari keramaian, tenang dan tidak terlalu terang. Hal demikian dilakukan untuk meminimalisir penyebaran infeksi tersebut pada orang lain. pengobatan utama yang dilakukan dengan pemberian antibiotik. Begitu juga untuk mengatasi peradangan pada saluran nafas diberikan kortikosteroid. Keduanya dapat diberikan melalui infus. Perlu dilakukan perawatan di rumah sakit.

Namun bagi penderita yang sudah dewasa dapat melakukan pengobatan secara pribadi di rumah, cukup diberikan antibiotik atas resep dokter. Serta berikut yang harus dilakukan untuk merawat diri agar penyakit tidak bertambah buruk dan lekas sembuh:

  1. Cukupkan istirahat dan kurangi aktivitas yang membuat kelelahan dan memicu batuk semakin parah dan kambuh terus menerus
  2. Minumlah banyak air guna menghindari dehidrasi
  3. Muntahkan lendir-lendir yang ada pada tenggorokan
  4. Minumlah paracetamol untuk meringankan gejala demam
Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Penyakit Anak

  • Gastroschisis Gastroschisis

    Penyakit Anak

    Gastroschisis

    By

    Penyakit.co.id – Gastroschisis merupakan cacat lahir pada bagian dinding perut, Pada kasusnya di mana usus bayi...

  • Penyakit Anak

    Hipospadia

    By

    Penyakit.co.id – Kenalkan anda dengan istilah medis tentang hipospadia. Ini merupakan sebuah gangguan yang terjadi pada...

  • Penyakit Anak

    Impetigo

    By

    Penyakit.co.id – Menjaga kebersihan memang sangat perlu demi tetap sehatnya badan kita. Banyak sekali penyakit yang...

  • Penyebab gigantisme Penyebab gigantisme

    Penyakit Anak

    Gigantisme

    By

    Penyakit.co.id – Gigantisme merupakan suatu penyakit karena produksi hormon yang berlebihan, sehingga pertumbuhan pada anak-anak berdampak kepada...

  • Penyakit Anak

    Bronkiolitis

    By

    Penyakit.co.id – Bronkiolitis merupakan penyakit yang terjadi di dalam paru-paru, tepatnya di dalam saluran pernapasan kecil...

  • Penyakit Anak

    Croup

    By

    Penyakit.co.id – Croup merupakan salah satu jenis infeksi  pada saluran pernapasan. Croup umum diderita oleh anak-anak yang...

  • Penyakit Anak

    Alergi Susu

    By

    Penyakit.co.id – Susu merupakan minuman penambah gizi yang banyak dianjurkan untuk dikonsumsi karena memiliki banyak manfaat...

  • Masalah Gangguan Saraf Atau Autisme Pada Anak Masalah Gangguan Saraf Atau Autisme Pada Anak

    Penyakit Anak

    Autisme

    By

    Penyakit.co.id – Autisme adalah penyakit kelainan yang terjadinya disebabkan adanya gangguan perkembangan saraf pada anak. Pada...

  • Penyakit Anak

    Ascariasis

    By

    Penyakit.co.id – Ascariasis merupakan jenis penyakit yang penularannya dikarenakan cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia....

  • Penyakit Anak

    Anemia Defisiensi Besi

    By

    Penyakit.co.id – Anemia defisiensi besi merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan zat besi dan hal inilah...

To Top