Connect with us

Penyakit Kronis

HIV dan AIDS

HIV dan AIDS

Penyakit.co.id – HIV dan AIDS merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV (Human Immunodeficiency Virus) dapat menyebabkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit menjadi lemah dan bahkan dapat menyebabkan rusaknya sistem kekebalan tubuh seseorang. Sedangkan AIDS yang merupakan kepanjangan dari (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kondisi tahap akhir dari adanya virus HIV yang menyebabkan sistem kekebalan pada tubuh seseorang hilang sepenuhnya.

Virus HIV memang belum dapat disembuhkan, tapi dengan melakukan tindak penanganan yang tepat dapat mencegah berkembangnya virus ini sehingga tidak berkembang menjadi AIDS. Hal ini mampu membuat penderita hidup lebih lama dan mampu melakukan hidup dengan normal. Apabila seseorang menderita HIV positif dan tidak segera melakukan penanganan atau penggobatan, maka dapat memperburuk kondisi penderita sehingga virus berkembang menjadi AIDS dan sistem kekebalan tubuh berhenti bekerja. Pada kondisi ini, tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan berbagai maacam infeksi.

Virus HIV dan AIDS tidak dapat berkembang di luar tubuh manusia. Biasanya virus ini berkembang di dalam beberapa cairan yang ada dalam tubuh manusia yang terinfeksi, seperti darah, ASI (bagi ibu yang menyusui), sperma, cairan vagina, dan cairan anus.

Gejala HIV dan AIDS

Orang-orang yang terjangkit virus HIV mempunyai gejala yang berbeda-beda. Tahap awal, seseorang akan mengalami gejala-gejala seperti flu yaitu merasakan demam, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Kondisi ini akan berlangsung selama satu sampai dua bulan atau bahkan bisa lebih. Apabila dalam kondisi ini tidak segera ditangani, maka virus dapat berkembang ke dalam tahap selanjutnya.

Pada tahap selanjutnya, infeksi HIV akan terasa menghilang dan tidak menimbulkan gejala apapun. Pada tahap ini, virus akan menyebar dan menggerogoti sistem kekebalan tubuh. Penderita akan merasa sehat dan tidak menderita penyakit apapun, namun sudah dapat menularkan virus ke orang lain. Kondisi ini dapat bertahan hingga kurun waktu 10 tahun.

Pada tahap terakhir, apabila virus tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan virus berkembang menjadi AIDS. Adapaun seseorang yang sudah menderita AIDS akan merasakan gejala-gejala seperti: demam yang lebih dari 10 hari, membengkaknya kelenjar getah bening pada leher dan paha, keluar keringat pada malam hari, mengalami sesak napas, sering merasa kelelahan, turunnya berat bahkan bisa mengalami gizi buruk, mudah memar dan berdarah tanpa adanya sebab, serta diare yang berlangsung lama. Pada tahap ini, penderita rentan terkena penyakit yang mematikan.

Baca juga: Impetigo

Penyebab HIV dan AIDS

HIV dan AIDS tidak dapat menular melalui udara seperti penyakit flu. Pemakaian alat makan secara bersama, memakai handuk bergantian atau memakai toilet yang sama tidak beresiko menularkan virus HIV. Adapun penyebab seseorang terjangkit penyakit ini antara lain:

  1. Hubungan seks dengan penderita HIV positif tanpa menggunkan kondom
  2. Berbagi alat bantu seks dengan seseorang yang terjangkit HIV
  3. Pemakaian jarum suntik secara bergantian dengan orang yang terinfeksi
  4. Transfusi darah dari seseorang yang menderita penyakit HIV dan AIDS
  5. Penggunaan jarum tindik atau tato secara bergantian
  6. Dari ibu yang terjangkit HIV kepada bayinya pada saat hamil, melahirkan ataupun menyusui

Cara Mengobati HIV dan AIDS

HIV dan ADIS merupakan penyakit kronis serta membahayakan yang patut diwaspadai. Pengobatan HIV dan ADIS dapat dilakukan dengan beberapa obat-obatan. Jika anda merasa telah terinfeksi virus ini, segera periksakan diri ke yayasan AIDS Indonesia, Komunitas AIDS Indonesia, Himpunan Abiasa, yayasan spiritia, yayasan obbit, atau ODHA Indonesia. Alat tes untuk mendeteksi virus HIV atau ADIS sekarang juga sudah tersedia di apotek-apotek. Anda dapat menggunakannya di rumah, kemudian untuk pemeriksaan yang lebih akurat konsultasikan kepada dokter.

Apabila seseorang baru terkena virus dalam kurun waktu 3×24 jam, pengobatan akan dilakukan dengan menggunakan post-exposure prophylaxis (PEP). Obat ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi yang harus dikonsumsi selama satu bulan.

Apabila seseorang sudah terkena HIV positif, pengobatan yang dilakukan yaitu bertujuan untuk mencegah virus HIV tersebut berkembang. Biasanya dengan menggunakan Obat Antiretroviral (ARV), obat ini bekerja dengan menghentikan reproduksi virus HIV dalam tubuh dan juga memperkuat sistem kekebalan pada tubuh. Obat ini harus digunakan secara rutin agar tidak menimbulkan resistensi terhadap pengobatan.

Pengobatan HIV dan AIDS pada ibu hamil dilakukan untuk mencegah tertularnya virus HIV kepada bayi. Pengobatan dilakukan dengan menggunkaan ARV yang khusus untuk ibu hamil. Apabila ibu hamil sudah dinyatakan positif mengidap HIV, maka disarankan untuk tidak memberikan ASI pada bayinya karena dapat beresiko menularkan virus pada bayi.

Terdapat beberapa langkah pencegahan agar anda tidak tertular viru sHIV dan AIDS. Langkah-langkah tersebut antara lain: menggunakan kondom dengan benar saat berhubungan seksual yang berisiko tertular virus, menggunakan jarum yang steril untuk menyuntik atau kegiatan lain yang membutuhkan jarum, tidak bergantian menggunakan jarum karena idealnya jarum hanya digunkaan untuk satu suntikan. Selain itu, melakukan sunat pada pria juga dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit HIV dan AIDS.

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Penyakit Kronis

  • Penyakit Kronis

    Infeksi Ginjal

    By

    Penyakit.co.id – Infeksi ginjal atau dalam bahasa medis disebut pielonefritis merupakan penyakit yang menyerang salah satu...

  • Penanganan Masalah Penyakit gastritis Penanganan Masalah Penyakit gastritis

    Penyakit Kronis

    Gastritis

    By

    Penyakit.co.id – Gastritis adalah suatu penyakit yang berpusat pada peradangan dinding lambung di dalam tubuh. Ini bukanlah...

  • Gonore Gonore

    Penyakit Kronis

    Gonore

    By

    Penyakit.co.id – Gonore adalah salah satu penyakit menular akibat berhubungan badan yang disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria...

  • flu singapore flu singapore

    Penyakit Kronis

    Flu Singapura

    By

    Penyakit.co.id – Flu singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan luka seperti sariawan dan...

  • Cara Pengobatan Gagal Ginjal Akut Cara Pengobatan Gagal Ginjal Akut

    Penyakit Kronis

    Gagal Ginjal Akut

    By

    Penyakit.co.id – Sebelum membahas Gagal ginjal akut (GGA) terlebih dahulu anda harus memahami fungsi ginjal. Ginjal...

  • Penanganan Gagal Ginjal Kronis Penanganan Gagal Ginjal Kronis

    Penyakit Kronis

    Gagal Ginjal Kronis

    By

    Penyakit.co.id – Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan oleh menurunnya kemampuan ginjal untuk...

  • Penanganan Dini Serangan Jantung Penanganan Dini Serangan Jantung

    Penyakit Kronis

    Gagal Jantung

    By

    Penyakit.co.id – Gagal jantung adalah suatu kondisi dimana dalam fungsinya jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal....

  • Penyakit Kronis

    Herpes Genital

    By

    Penyakit.co.id – Herpes genital atau herpes simplex merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV)....

  • gangrene gangrene

    Penyakit Kronis

    Gangrene

    By

    Penyakit.co.id –  gangrene adalah kondisi dimana jaringan tubuh mati. Kondisi seperti ini pada umumnya berawal dari...

  • Gejala Penderita Hernia Inguinalis Gejala Penderita Hernia Inguinalis

    Penyakit Kronis

    Hernia Inguinalis

    By

    Penyakit.co.id – Hernia inguinalis merupakan penyakit yang paling umum terjadi dimana keluarnya sebagian usus melaui celah lubang...

To Top